Bukittinggi...
Mendung...
Seperti hatiku
mendung...
Tak ada hujan
tak pula sengatan panas
hanya
mendung...
Sesekali...
Ada beberapa pengamen muda
berbadan sehat
bergaya punk
mampir
katanya menghibur
namun tetap saja...
Bagiku
teriakan itu cuma
meninggalkan...
Mendung...
Dan
Sesekali...
ada pula
bapak-bapak tua
berbadan ringkih
gelap
pucat
mengilat
menghampiri...
tak nampak biji hitam
dimatanya...
Tentu
kelopaknya mengatup...
Rapat...
Hanya tangan yang mengulur
aku tahu pak,
tak satupun larik cahaya yang
mampu kau lihat
hanya membedakan
dan pada bagian itu
Dunia terputus darimu
hanya "pada bagian itu"
namun,
ketika uluran tanganmu
menyandung jok didepanku.
Kusadari
ada mata di telapakmu,
ada mata di setiap sel-sel kulit yang membalut organ gerakmu
Jauh...
lebih tajam
Dari sana engkau mampu menatap hangat dunia
meski kali ini
mendung...
Ada hal yang ingin kukatakan
Tentang mendungmu
yang tak terlihat
andai saja kau tahu,
bahwa...
tak seorangpun manusia
duduk dibelakangku
percuma engkau mengulur tanganmu
tapi, aku maklum...
Karena ada atau tidak
bagimu sama...
GELAP
Tentang mendungku...
Berbahagialah
duhai bapak...
Bahwa hari ini kau telah
bersedekah banyak untukku
tak terbilang...
Dan tak seharusnya
kuperlihatkan mendungku
padamu....
Meski, lagi lagi bagimu adalah
sama mendung ataupun cerah.
***
Mendung...
Seperti hatiku
mendung...
Tak ada hujan
tak pula sengatan panas
hanya
mendung...
Sesekali...
Ada beberapa pengamen muda
berbadan sehat
bergaya punk
mampir
katanya menghibur
namun tetap saja...
Bagiku
teriakan itu cuma
meninggalkan...
Mendung...
Dan
Sesekali...
ada pula
bapak-bapak tua
berbadan ringkih
gelap
pucat
mengilat
menghampiri...
tak nampak biji hitam
dimatanya...
Tentu
kelopaknya mengatup...
Rapat...
Hanya tangan yang mengulur
aku tahu pak,
tak satupun larik cahaya yang
mampu kau lihat
hanya membedakan
dan pada bagian itu
Dunia terputus darimu
hanya "pada bagian itu"
namun,
ketika uluran tanganmu
menyandung jok didepanku.
Kusadari
ada mata di telapakmu,
ada mata di setiap sel-sel kulit yang membalut organ gerakmu
Jauh...
lebih tajam
Dari sana engkau mampu menatap hangat dunia
meski kali ini
mendung...
Ada hal yang ingin kukatakan
Tentang mendungmu
yang tak terlihat
andai saja kau tahu,
bahwa...
tak seorangpun manusia
duduk dibelakangku
percuma engkau mengulur tanganmu
tapi, aku maklum...
Karena ada atau tidak
bagimu sama...
GELAP
Tentang mendungku...
Berbahagialah
duhai bapak...
Bahwa hari ini kau telah
bersedekah banyak untukku
tak terbilang...
Dan tak seharusnya
kuperlihatkan mendungku
padamu....
Meski, lagi lagi bagimu adalah
sama mendung ataupun cerah.
***
tranex mandiri bkt-pdg
saat cahaya
kemerahan mulai
menyeruak
18.4o wib
makasih pak...
Darimu aku belajar
memaknai
kesyukuran
Semoga Allah melimpahkan rezki
buatmu...
saat cahaya
kemerahan mulai
menyeruak
18.4o wib
makasih pak...
Darimu aku belajar
memaknai
kesyukuran
Semoga Allah melimpahkan rezki
buatmu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar