Senin, 21 Maret 2011

Sebelum Cahaya

Diluar, cahaya siang tadi benar-benar pergi.

Menenggelamkan diri dengan hati-hati.

Melesat halus menyapu belahan
lain dengan secercah sinarnya.

Sekarang ia telah punya dunia baru

dengan malu-malu mengintip. lewat sela dedaunan.

Meluncur bebas dengan rambatan
bias sempurna, merata kesegala
arah.

Kuakui tak ada kesombongan sedikitpun pada dirinya, meskipun keagungan lebih berpihak padanya.

Bahkan dikala detik-detik ia hendak pergi,

Kau tahu apa katanya pada bulan?

"sekarang giliranmu wahai bulan,
bersinarlah..., kau akan tampak
lebih indah"

***

demi matahari dan sinarnya di
pagi hari

demi bulan apabila mengiringi

demi siang apabila
menampakkannya

demi malam apabila menutupinya

demi langit serta pembinaannya

demi bumi serta
penghamparannya

demi jiwa serta penyempurnaan
(ciptaan)Nya

(As-syam 1-8)
***
ketika cahaya mulai menutup tabir.

Ketika buku FoRSia untuk semester ini ditutup. Ketika kepengurusan baru telah terbentuk. (semoga 'cahaya' itu
tak pernah pudar, senantiasa
memberikan sinar, agar bulan tak
ragu-ragu untuk memantulkannya
pada penjuru bumi)
_luv foRSia_

Dan aku baru saja akan memulai perjuangan, merampungkan LPJ secepatnya...

Bantu aku ya rabb...
Hamasah


_menulis apapun yang mau ditulis_ "nasehat ini jitu juga rupanya"

apapun hasilnya, yang penting tulis.^_^

Gara-gara kebanyakan ambil mata kuliah spektra, yg inget cuma cahaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar