Diluar, cahaya siang tadi benar-benar pergi.
Menenggelamkan diri dengan hati-hati.
Melesat halus menyapu belahan
lain dengan secercah sinarnya.
Sekarang ia telah punya dunia baru
dengan malu-malu mengintip. lewat sela dedaunan.
Meluncur bebas dengan rambatan
bias sempurna, merata kesegala
arah.
Kuakui tak ada kesombongan sedikitpun pada dirinya, meskipun keagungan lebih berpihak padanya.
Bahkan dikala detik-detik ia hendak pergi,
Kau tahu apa katanya pada bulan?
"sekarang giliranmu wahai bulan,
bersinarlah..., kau akan tampak
lebih indah"
***
demi matahari dan sinarnya di
pagi hari
demi bulan apabila mengiringi
demi siang apabila
menampakkannya
demi malam apabila menutupinya
demi langit serta pembinaannya
demi bumi serta
penghamparannya
demi jiwa serta penyempurnaan
(ciptaan)Nya
(As-syam 1-8)
***
ketika cahaya mulai menutup tabir.
Ketika buku FoRSia untuk semester ini ditutup. Ketika kepengurusan baru telah terbentuk. (semoga 'cahaya' itu
tak pernah pudar, senantiasa
memberikan sinar, agar bulan tak
ragu-ragu untuk memantulkannya
pada penjuru bumi)
_luv foRSia_
Dan aku baru saja akan memulai perjuangan, merampungkan LPJ secepatnya...
Bantu aku ya rabb...
Hamasah
_menulis apapun yang mau ditulis_ "nasehat ini jitu juga rupanya"
apapun hasilnya, yang penting tulis.^_^
Gara-gara kebanyakan ambil mata kuliah spektra, yg inget cuma cahaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar